Teks Qasidah Yaa Thoybah Arab, Latin Beserta Terjemahan


Ada rindu yang tak terucap oleh kata, ada cinta yang tak terlukiskan oleh aksara. Namun, melalui lantunan qasidah Yaa Thoybah, kerinduan itu menemukan jalannya untuk sampai ke dalam jiwa.

Qasidah Yaa Thoybah bukan sekadar lantunan yang merdu di telinga, melainkan sebuah ungkapan cinta dan kerinduan kepada Madinah Al-Munawwarah, kota yang dimuliakan karena menjadi tempat hijrah dan tempat peristirahatan terakhir Rasulullah ﷺ.

Melalui setiap baitnya, kita diajak menyelami makna kerinduan, mengenang kemuliaan Rasulullah ﷺ, serta menumbuhkan kecintaan yang tak hanya terucap di lisan, tetapi juga tercermin dalam akhlak dan perbuatan.

Semoga lantunan Qasidah Yaa Thoybah ini menjadi pengingat bahwa sejauh apa pun langkah kita, cinta kepada Rasulullah ﷺ hendaknya senantiasa hidup di dalam hati.

Berikut ini kami bagikan Teks Qasidah Yaa Thoybah bertuliskan arab, latin, serta terjemahannya

ياطيبة ياطيبة ياذوالعيانا
استغنالك والهوی ندانا  والهوی ندانا
Yâ Thoibah Yâ Thoibah yâ dzawal ‘ayânâ
Ustughnâlik walhawâ nadânâ, walhawâ nadânâ

Wahai Sang penawar.. Wahai Sang Penawar, Wahai penyejuk mata kami, kami merindukanmu (Nabi Muhammad) Dan Hawa (kecintaanku) telah membawaku (kepadamu)


سيدی ياابابکر  حبکم فی القيام ذخری
ياعمر اقضه بعمری وگذا سيدی عثمان
Sayyidî yâ Abâ Bakrin Hubbukum fîl qiyâmi dzukhrî
Yâ ‘Umar iqdlihi bi’umrî Wa kadzâ Sayyidî ‘Utsmân

Junjunganku wahai Abu Bakar Ashshiddiq, Kecintaan padamu adalah harapanku dihari kiamat. Wahai Umar ra, Kau Habiskan umurmu buat nya (Nabi Muhammad) dan juga junjunganku Utsman ra.


ياعلی ياابن ابی طالب منکم المصدر المواهب
هل تری هل اری لحاجب عندکم افضل الغلمان
Yâ ‘Alî yabna Abî Thôlib Minkumul mashdarul mawâhib
Hâl turô hâl urô lihâjib ‘Indakum afdlolul ghilmâna

Waha Ali kw, wahai putra Abu Thalib, darimulah sumber segala anugerah, Apakah terlihat oleh kedua mata, di sisimu dua pemuda yang terutama


اسياد الحسن والحسين الی النبی قرة عينی
وياشباب الجنتين جدکم صاحب الفرقان
Asyâdal Hasan wal Husaini Ilân-nabî qurrotu ‘ainî
Wa Yâ syabâbal jannataini Jaddukum shôhibul furqôna

Junjunganku Hasan dan Husain adalah penyejuk hati sang Nabi, Wahai pemuda syurga, datukmu adalah sang penerima mu’jizat (Alqur’an)


وصلاة الله تعالی علی من کلم الغزالة
والآل اصحاب الگمال والاصحاب من علوا شانا
Wa sholâtullâhi ta’âlâ ‘Alâ man kallamal ghozâlat
Wal Âli ash-hâbil kamâl Wal ash-hâbi man ‘alau syânâ

Shalawat Allah swt, atas beliau yang berbincang dengan kijang Dan atas keluarganya yang sempurna, serta para sahabatnya yang berkedudukan tinggi


Pada akhirnya, keindahan Qasidah Yaa Thoybah bukan hanya terletak pada merdunya suara yang melantunkannya, melainkan juga pada pesan kerinduan yang tersimpan di dalamnya.

Semoga setiap lantunan Qasidah Yaa Thoybah yang terdengar menjadi pengingat, setiap bait yang terucap menumbuhkan kecintaan, dan setiap kerinduan yang terlukis membawa kita semakin dekat kepada Allah SWT serta semakin teguh dalam meneladani Rasulullah ﷺ.

Sebab cinta yang sesungguhnya bukan hanya tentang seberapa indah kita menyebut nama seseorang, melainkan seberapa sungguh-sungguh kita mengikuti kebaikan yang telah dicontohkannya.

Biarlah suara berhenti pada akhir lantunan, tetapi semoga cinta kepada Rasulullah ﷺ tak pernah berhenti tumbuh di dalam hati.