Qasidah Ya Hadisir Ruwaidan merupakan syair bentuk ungkapan cinta, penghormatan, dan penghargaan seorang Muslim kepada junjungan mulia, Nabi Muhammad SAW. Di dalam lantunan qasidah terdapat doa, pujian, serta harapan agar Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, keberkahan, dan kemuliaan kepada Rasulullah SAW, keluarga beliau, serta para sahabatnya.
Bagi umat Islam, qasidah bukan sekadar rangkaian kata yang dilantunkan dengan indah. Ia menjadi bagian dari tradisi spiritual yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.
Qasidah ini hadir dalam berbagai keadaan, dilantunkan dalam majelis ilmu, pada acara keagamaan, ketika memperingati kelahiran Nabi SAW, maupun dilantunkan secara pribadi sebagai bentuk kerinduan kepada Rasulullah SAW.
Keindahan qasidah ini terletak pada kemampuannya menyentuh hati dengan cara yang sederhana. Lantunan yang perlahan, syair yang penuh makna, serta pujian kepada Rasulullah SAW dapat menjadi pengingat agar seorang Muslim senantiasa memperbaiki akhlak dan menumbuhkan kecintaan kepada teladan terbaik umat manusia.
Berikut kami bagikan teks qasidah Ya Hadisir Ruwaidan bertuliskan arrab, latin, beserta terjemahannya
يا حادی سر رويدا , وانشد امام الرکب
Yâ hâdî sir ruwaidân , wansyud amâmar-rokbi
Wahai pemandu rombongan berjalanlah perlahan, Bernyanyilah dihadapan mereka yang ikut serta dalam rombongan
فی الرکب لی عريب , أخذوا معهم قلبی
Fîr-rokbi lî ‘uroibun , akhodzû ma’ahum qolbî
Bersama rombongan ada seorang yang kucintai, Mereka membawa bersama buah hatiku
من لی إذا أخذوا لی قلبی
Man lî idzâ akhodzû lî qolbî
Siapakah pendampingku jika mereka membawa kekasihku
شتتونی فی البوادی , اخذوا منی فؤادی
Syatatûnî fîl bawâdî , akhodzû minnî fu-âdî
Rombongan itu membuatku berkeluh kesah Karena membawa pergi kekasihku..
من لی إذا أخذوا لی قلبی
Man lî idzâ akhodzû lî qolbî
Siapakah pendampingku jika mereka membawa kekasihku
فانح يا حويد العيس , وأنزل طيبة بالتقديس
Fanhu yâ huwaidal ‘îsi , wa anzil thoybah bittaqdîs
Maka berhentilah wahai pemandu kekasih , Singgahlah ke Madinah tempat yang suci
تخظی المنی بنيل القرب
Tukhdhôl munâ binailil qurbi
Niscaya tercapai cita–cita mu dengan hampir kepada Raudah Nabi
رفقا رفقابی ياحادی , رفقا رفقا بفؤادی
Rifqôn rifqôn bî yâ hâdî , rifqôn rifqôn bifu-âdî
Kasihanilah aku wahai pemandu , kasihanilah hatiku yang rindu
من لی إذا أخذوا لی قلبی
Man lî idzâ akhodzû lî qolbî
Siapakah pendampingku jika mereka membawa kekasihku
الله الله الله يا إلهی يامجيب
Allâh Allâh Allâh Yâ ilâhî yâ mujîbu
Ya Allah, Wahai Allah yang menerima doa
الله الله الله فبطيبة لی حبيب
Allâh Allâh Allâh fabithoybah lî habîb
Ya Alloh, Bagiku di Madinah seorang kekasih
الله الله الله أرجو يشفع لنا
الله الله يشفع لنا من ذنبی
Allâh Allâh Allâh arjû yasyfa’u lanâ
Allâh Allâh Allâh yasyfa’u lanâ min dzanbî
Ya Allah, Aku mengharap syafaatnya, Agar terhapus segala dosa
الله الله الله الله
لا إله إلا الله ، واحد جل علاه
معبود بالليل والنهار
Allâh Allâh Allâh Allâh
Lâ ilâha illâAllâh , wâhidun jalla ‘ulâhu
Ma’bûd billaili wannahâri
Allah Allah, Tiada tuhan melainkan Allah , Yang Maha Esa Yang Agung ketinggianNya
Yang disembah pada malam dan siang.
Demikian pembahasan mengenai qasidah Ya Hadisir Ruwaidan yang kami hadirkan sebagai bagian kecil dari upaya mengenal lebih dekat keindahan syair dan lantunan yang sarat akan nilai-nilai keislaman.
Di balik setiap baitnya tersimpan pesan yang lembut tentang kerinduan, keteladanan, akhlak, serta pengharapan kepada Allah SWT. Karena itu, qasidah Ya Hadisir Ruwaidan senantiasa memiliki tempat tersendiri di hati para pecintanya, terutama ketika dilantunkan dalam suasana penuh ketenangan dan kebersamaan.
Semoga setiap lantunan qasidah Ya Hadisir Ruwaidan yang kita bagikan menjadi pengingat bagi hati. Semoga syair-syair yang indah tersebut dapat menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, memperhalus akhlak, serta menghidupkan kembali semangat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Semoga qasidah tetap lestari sebagai warisan penuh makna, mengalir dari lisan ke lisan, dari hati ke hati, dan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Semoga tulisan ini bermanfaat dan menjadi tambahan kecil bagi khazanah kecintaan kita terhadap qasidah dan seni islami. Terima kasih telah berkenan membaca hingga akhir. Semoga setiap kebaikan yang terkandung di dalamnya menjadi keberkahan bagi kita semua.
Allahumma shalli ‘ala Sayyidina Muhammad wa ‘ala ali Sayyidina Muhammad.
Post a Comment for "Teks Qasidah Ya Hadisir Ruwaidan Arab, Latin, Beserta Terjemahan"
Tinggalkan Komentar